AMD Catalyst 13.4 - Solusi Framebuffer Konsol Hilang

 Widya Walesa  |  2013/05/05 05:09:35 WIB  |  2020/08/13 13:49:28 WIB

ati-logoSejak saya menggunakan #AMD #Catalyst 13.4, konsol modus teks saya menjadi tak terlihat. Hanya layar gelap tanpa tulisan apa-apa jika X dijalankan. Jadi jika saya menjalankan X dari init 3 dengan startx, maka setelah itu konsol teks tak terlihat lagi. Sehingga saya tidak dapat menggunakan konsol teks hingga saya me-reboot #Slackware.

Hal ini terjadi karena driver fglrx tidak dapat menginisialisasi framebuffer akibat perubahan pada kernel Linux yang menghapus user modesetting (UMS) dan menggantinya dengan kernel modesetting (KMS). Nah, masalahnya driver-driver eksternal masih tidak ingin menggunakan #KMS dan masih mengharapkan UMS tersedia sehingga framebuffer dapat dikontrol oleh driver X. Ya inilah yang disebut sebagai nasib.

Jadi untuk mengatasi permasalahan tersebut kita harus mendefinisikan ukuran framebuffer yang ingin kita gunakan pada saat booting. Tetapi harap diingat bahwa solusi ini adalah sementara dan sebenarnya prosedur ini tidaklah "cocok" digunakan pada kernel yang menggunakan KMS. Tetapi daripada konsol teks hilang dari pandangan, apa boleh buat.

Beginilah cara saya mendefinisikan ukuran framebuffer pada #grub2 supaya driver fglrx tidak bingung lagi:

Tambahkan baris-baris berikut ke dalam file /etc/default/grub:

# Sesuaikan ukuran framebuffer untuk layar anda:
GRUB_GFXMODE=1366x768x32
GRUB_GFXPAYLOAD_LINUX=keep

Kemudian buat ulang konfigurasi grub.cfg:

# grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg

Lalu reboot sistem.

Pengguna lilo dapat menggunakan/mengaktifkan parameter vga=xxx di /etc/lilo.conf, kemudian reinstall lilo ke MBR.

Sekarang konsol teks saya muncul kembali dan bisa saya gunakan.

Selamat mencoba.

Mencoba Modem ZTE WCDMA MSM

 Widya Walesa  |  2013/03/14 18:43:24 WIB  |  2016/07/29 09:26:32 WIB

Begini lho cara pakai #modem ZTE WCDMA kalau di #Slackware 14.x

1. Tancapkan modem

2. Tunggu modem terinisialisasi dengan sempurna

3. Aktifkan fungsi Mobile Broadband di #NetworkManager kalau belum aktif

4. Buat profil koneksi dial-up sesuai kartu seluler yang dipakai. Saya kebetulan sudah punya profil untuk Three meskipun modem ini aslinya milik Telkomsel.

4. Lalu aktifkan modem (dialing) dengan klik tombol konek pada profil

5. Silakan berselancar

Ternyata gampang sekali

Dua Permainan Balapan di WLSBUILD

 Widya Walesa  |  2013/03/04 05:31:48 WIB  |  2020/08/13 13:50:26 WIB

slackwareBuat anda pengguna Slackware sekaligus penggemar game balap mobil, saat ini mungkin anda dapat bergembira karena saya telah berhasil membuat skrip SlackBuild untuk membangun dua game balapan dengan genre berbeda. Hebat banget ya saya? Biasa sajalah, saya juga nyontek kok. Tetapi yang sebutkan tadi memang benar adanya. Hebatnya kedua game tersebut adalah game tiga dimensi. Lebih hebat lagi, kedua game tersebut tidak membutuhkan WINE alias dapat berjalan di Linux secara langsung layaknya software-software yang biasa kita jumpai seperti web browser Firefox atau Google Chrome.

Game pertama adalah Supertuxkart. Game ini ber-genre balapan sambil adu jatuh-menjatuhkan. Dalam game ini, pemain diberi "bonus-bonus" untuk "menghalangi" pemain lain menggunakan bom, bola bowling, permen karet, tongkat pemukul lalat, serta penyedot WC. Selain itu pemain juga dapat mengambil bonus yang menguntungkan dirinya utamanya untuk mempercepat laju kendaraan dengan mengambil botol-botol NOS. Jangan kaget mobil anda dilengkapi NOS. Bonus-bonus itu bertebaran secara terbatas di sepanjang jalur balapan. Anda dapat memilih karakter pembalap yang berupa logo-logo OS atau software opensource seperti pinguin tux, beastie freebsd, ikan buntal duren openbsd, gajahnya postgresql, burung dara pidgin, kambing gnu, dan lain-lain.

supertuxkart-walesa supertuxkart-walesa-1 supertuxkart-walesa-2 supertuxkart-walesa-4

Sebagai game bergambar tiga dimensi, game ini sangat ringan. Saya dapat menjalankannya di atas mesa 9.1. Game ini hanya membutuhkan pustaka OpenAL, FreeImage, dan Irrlicht. SlackBuild untuk ketiganya dapat anda unduh di SlackBuilds.org. Urutan pembangunan untuk supertuxkart adalah sebagai berikut:

  1. OpenAL
  2. FreeImage
  3. Irrlicht
  4. Supertuxkart

Game kedua adalah StuntRally. Game ini menampilkan balapan layaknya balapan di alam terbuka menggunakan mobil betulan. Game ini ber-genre simulasi reli. Anda bisa merasakan balapan seperti reli Paris - Dakkar yang melintasi padang gurun di game ini. Anda juga bisa membuat jalur balapan sendiri menggunakan editor yang disediakan. Jika komputer dan cukup kuat dan dapat mengangkat grafis tiga dimensi dengan lancar, anda bisa melihat detil balapan dan lingkungan yang mendekati kenyataan. StuntRally memanfaatkan program OGRE untuk menggambar grafis tiga dimensi secara langsung dengan detil yang bisa kita atur tingkatannya. Program OGRE inilah yang membuat StuntRally juga dapat dimainkan di sistem operasi selain Linux dengan kualitas yang sama.

stuntrally-walesa-1 stuntrally-walesa-2 stuntrally-walesa-3 stuntrally-walesa-4 stuntrally-walesa-5 stuntrally-walesa-6 stuntrally-walesa-7

Berbeda dengan Supertuxkart yang ringan, StuntRally membutuhkan sumber daya sistem yang lebih tinggi. Hal ini berkaitan tingkat detil grafis tiga dimensi yang dapat ditampilkannya. Berikut adalah urutan pembangunan StuntRally:

  1. FreeImage
  2. cg
  3. zziplib
  4. ogre
  5. ois
  6. MyGUI
  7. enet
  8. StuntRally

Bagaimana? Tertarik?

Profil Jurusan Biologi FMIPA UB

 Widya Walesa  |  2013/02/15 02:29:13 WIB  |  2016/07/29 09:30:30 WIB

Inilah profil jurusan tempat aku kuliah dulu. Video profilnya keren banget

Mencoba KDE SC 4.9.90 (a.k.a 4.10 beta2)

 Widya Walesa  |  2012/12/10 04:24:26 WIB  |  2016/07/28 19:35:49 WIB

kde-logoApabila tidak ada aral melintang dan gangguan lainnya maka awal tahun depan (Januari 2013) kita sudah dapat mencicipi KDE 4.10. Banyak dari kita akan bertanya apa saja sih yang berubah dari KDE? Silakan lihat sendiri daftar rencana perubahan yang sudah dan akan diterapkan di KDE 4.10 di halaman KDE 4.10 Feature Plan. Akan menjadi tulisan yang teramat panjang jika saya harus menuliskannya di sini (ngeles). Tetapi yang pasti, di tulisan ini saya hanya akan membahas pengalaman saya membangun dan menggunakan KDE 4.10 dari sudut pandang seorang pengguna biasa.