PDF Writer LibreOffice Gagal Mengubah Resolusi Gambar

 Widya Walesa  |  2015/03/21 17:24:07 WIB  |  2016/07/27 23:46:31 WIB

slackwareBeberapa waktu lalu saya diminta untuk mengirim dokumen berformat #PDF. Di dalam dokumen tersebut ada gambar yang harus saya tempelkan. Oke saya buatlah dokumen tersebut dengan #LibreOffice Writer sehingga nantinya bisa saya ekspor ke PDF. Setelah dokumen jadi, langsung saja saya klik tombol ekspor ke PDF di panel LibreOffice yang langsung membuat dokumen PDF. Tanpa mengecek dokumen PDF tersebut, saya langsung mengirimkannya ke rekan saya. Ternyata dilaporkan gambar yang ada dalam dokumen tersebut tidak dapat dibaca. Lho... lho... Ada apa gerangan ini? Penasaran, saya buka dokumen PDF tersebut dengan PDF viewer. Ternyata benar gambarnya hancur.

Setelah aku selidiki ternyata konfigurasi PDF writer di LibreOffice-ku memuat opsi untuk menurunkan kepadatan gambar ke 300 dpi seperti berikut:

Aku coba berulang kali dan memang jika opsi tersebut aktif, maka gambar yang dihasilkan di dokumen PDF menjadi hancur. Gambar yang punya potensi untuk hancur adalah gambar yang berukuran besar: Gambar berukuran relatif kecil tidak mengalami hal serupa.

Akhirnya aku nonaktifkan opsi tersebut, dan gambar tetap utuh di dokumen PDF.

Ada yang pernah mengalami hal serupa?

Slackware Dengan OpenRC

 Widya Walesa  |  2015/03/21 00:49:56 WIB  |  2020/08/12 12:27:14 WIB

slackwarePerang soal init sistem masih berlanjut sejak #RedHat cs mempublikasikan #systemd hingga tulisan ini dibuat. Meskipun penuh dengan kontroversi, saya mengakui bahwa systemd adalah sebuah sistem init yang bagus. Hanya saja karena saya tidak menyukai model kekuasaan sebuah sistem tunggal, jadi saya tidak tertarik dengan systemd. Selain systemd, masih ada sistem init yang lain, seperti:

  • Bootscript: GoboLinux
  • Busybox-init: Biasanya digunakan di perangkat2 seperti router, ponsel
  • DAEMONS: KahelOS
  • Initng
  • Sysvinit/BSD init : Slackware
  • OpenRC: Gentoo Linux
  • Upstart: Ubuntu
  • Systemd: RedHat, Fedora, CentOS
  • SMF: Solaris
  • Launchd: MacOSX >= 10.4
  • Epoch
  • Finit
  • Runit
  • S6
  • SystemStarter: MacOSX < 10.4

Pada kesempatan ini saya ingin menunjukkan bahwa kita dapat mengganti sistem ini yang digunakan oleh #Slackware menggunakan #OpenRC. Tetapi harap diingat bahwa ini hanya sebuah percobaan. Jadi jangan melakukan hal ini di mesin produksi anda kecuali anda suka yang beresiko tentunya. Instalasi openrc di slackware juga sangat mudah karena dependensinya hanya /sbin/init. OpenRC sendiri menggunakan skrip shell (biasanya skrip bash) untuk menjalankan program/servis init. Jika ingin mencobanya anda dapat mengunduh tarball openrc dari https://github.com/OpenRC/openrc . Meskipun instalasinya mudah, tetapi saya tetap harus menyesuaikan dan menambah beberapa skrip init agar sesuai dengan model init asli Slackware. Contohnya adalah saya harus menambahkan skrip init untuk menjalankan udev model Slackware karena Gentoo sudah mengganti udev menggunakan eudev sejak Desember 2012.

Instalasi OpenRC versi 0.13.11 yang saya lakukan adalah seperti ini:

CFLAGS="$SLKCFLAGS" \
CXXFLAGS="$SLKCFLAGS" \
LIBNAME=lib${LIBDIRSUFFIX} \
DESTDIR=${PKG} \
MKSELINUX=no \
MKSTATICLIBS=no \
MKTERMCAP=ncurses \
MKTOOLS=yes \
make install

Saya juga sudah membuat skrip SlackBuild untuk membuat paket openrc untuk Slackware yang bisa diunduh di https://github.com/w41l/wlsbuild/tree/master/openrc

Berikut ini adalah gambar kondisi/status init openrc di Slackware saya

Dengan menggunakan OpenRC Slackware saya dapat menyelesaikan proses booting ~30 detik (ralat: sebelumnya gak dihitung waktunya) karena OpenRC sudah mendukung inisialisasi secara paralel. Lumayan untuk mesin kelas rendahan macam laptop saya.

Jika anda ingin menggunakan skrip openrc.SlackBuild saya, pastikan untuk mem-backup file /etc/inittab dan isi /etc/rc.d/init.d jika ada. Kemudian setelah selesai instalasi paket openrc-xxx-yyy-1_wls.txz, jalankan slackpkg new-config untuk menginstal konfigurasi init yang baru.

OpenRC menggunakan 4 runlevels untuk menjalankan skrip init di tingkat inisialisasi berbeda, yaitu: boot, default, shutdown, dan sysinit. Untuk melakukan penyesuaian init di tiap runlevels kita dapat menggunakan perintah rc-update. Berikut ini adalah contoh penggunaan rc-update:

- menambah init ke satu runlevel: rc-update add SERVICE RUNLEVEL (mis. rc-update add sshd default)

- menghapus init dari salah satu runlevel: rc-update del SERVICE RUNLEVEL (mis. rc-update del sshd default)

Setelah selesai booting menggunakan openrc, kita dapat mengecek status tiap skrip init di tiap runlevel dengan rc-status RUNLEVEL (mis. rc-status boot)

Referensi:

Gambar pertama tahun 2015 - KF5

 Widya Walesa  |  2015/03/18 03:48:35 WIB  |  2016/07/27 23:41:37 WIB

Dan isinya adalah desktop tercinta #kde #plasma

Selamat datang kembali webku.

Onok yo wong sing nyelameti web-e dewe?

Dual GPU di Slackware

 Widya Walesa  |  2014/10/01 23:35:36 WIB  |  2016/07/27 23:42:45 WIB

slackwareTulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang #Slackware di mesin #Dell Precision M6800. Kali ini saya ingin bercerita seputar menggunakan Hybrid Graphics milik mesin tersebut di Slackware64-current. Sebelumnya silakan pahami dulu tentang Hybrid Graphics, terutama istilah MUX dan MUXLESS di sini:

Slackware 32bit Di Dalam Slackware 64bit

 Widya Walesa  |  2014/05/14 16:24:36 WIB  |  2016/07/27 23:43:39 WIB

slackwareSelamat pagi semuanya. Setelah sekian lama hiatus, akhirnya saya menuliskan sesuatu kembali di blog ini. Ini juga karena titah pak Willy semalam. Hari ini saya ingin berbagi mengenai cara sederhana untuk menginstal dan menggunakan lingkungan Slackware 32bit di dalam Slackware 64bit. Mungkin banyak yang bertanya buat apa kok susah2 memasang (instalasi) Slackware 32bit ke dalam Slackware 64bit. Toh sudah ada paket2 multilib dari om AlienBOB. Saya jelaskan sedikit saja ya, karena memang ilmu saya masih sedikit.