Multiboot USB A La Walesa

 Widya Walesa  |  2013/06/03 23:58:34 WIB  |  2020/08/13 22:47:20 WIB

USB FlashdiskKedatangan dua #PC yang butuh perhatian ekstra (tidak rusak, hanya perlu perbaikan) di rumah ternyata membawa berkah. PC pertama data-datanya hilang karena keliru dalam prosedur instalasi, yang kedua berkas-berkas di dalam partisi #NTFS wajib terhapus bila #Windows 7 di dalamnya di-boot. Masalah yang pertama adalah mencoba mengambil data-data yang bisa diambil. Masalah yang kedua saya tidak tahu mengapa, yang jelas saya hanya ingin melakukan prosedur sederhana mengecek integritas filesystem, mengecek ada tidaknya virus dan meng-install #OpenSUSE 12.3 KDE sebagai alternatif jika Windows 7-nya kembali bermasalah.

Karena saya hanya punya satu flashdisk, sedangkan saya butuh beberapa perangkat/program berbeda untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, jadilah saya bereksperimen untuk menggabungkan installer OpenSUSE, #Kaspersky Rescue Disk, dan #Hiren's Boot CD ke dalam satu flashdisk atau #multiboot usb. Tujuannya apalagi kalau bukan memudahkan pekerjaan, karena saya tidak perlu membuat USB boot tiap kali ingin melakukan prosedur berbeda. Sayang juga kalau flashdisk-nya rusak akibat terlalu sering diformat.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah meng-install boot loader manager, dalam hal ini #grub2. Saya pilih grub2 supaya tidak bingung kalau menemui mesin dengan UEFI. Caranya adalah sebagai berikut (misalnya flashdisk dikenali sebagai /dev/sdb1):

# mount /dev/sdb1 /mnt/hd
# grub-install --force --no-floppy --root-directory=/mnt/hd

Setelah itu saya membuat berkas konfigurasi grub2 yang disimpan sebagai /mnt/hd/boot/grub/grub.cfg. Sampeyan bisa mencontek dan mengoprek file grub.cfg dari pendrivelinux.com. Kalau punya saya seperti ini:

# timeout dalam detik = timeout/10
# timeout 200 = 20 detik
set timeout=200
set default=0

menuentry "OpenSUSE 12.3 KDE Live ISO" {
  set isofile=/opensuse/opensuse.iso
  set arch=i686
  set rootdevice=/dev/sdb1
  set root=(hd0,1)
  loopback loop $isofile
  linux (loop)/boot/$arch/loader/linux isofrom=$rootdevice:$isofile
  initrd (loop)/boot/$arch/loader/initrd
}

menuentry "Kaspersky Rescue Disk" {
  set isofile=/krd/krd.iso
  loopback loop $isofile
  linux (loop)/boot/rescue root=live:UUID=A1234-1234 rootfstype=auto init=/init kav_lang=en udev liveimg splash quiet doscsi nomodeset
  initrd (loop)/boot/rescue.igz
}

menuentry "Hiren's Boot CD" {
  linux /grub.exe
}
# END OF FILE

Catatan:

  1. Kenapa kok yang buat Hiren's berbeda? Karena Hiren's mempunyai mekanisme boot sendiri dan biasanya menggunakan grub.exe dari grub4dos. Jadi ISO Hiren's tidak dapat saya boot menggunakan grub2 secara langsung. Saya harus mengekstraksi isi ISO CD Hiren's dan menaruhnya di root flashdisk. Kemudian saya mem-boot grub.exe dari grub4dos. Grub4dos akan secara otomatis membaca isi syslinux.cfg (menu Hiren's Boot CD) dan menampilkannya untuk penggunaan lebih lanjut.
  2. Saya membuat sebuah direktori kosong bernama "Kaspersky Rescue Disk 10.0" di root flashdisk untuk menyimpan update dari Kaspersky Rescue Disk.
  3. Soal UUID palsu untuk Kaspersky Rescue Disk, saya hanya mengikuti petunjuk dari referensi nomor 1.
  4. Saya juga membuat sebuah berkas kosong bernama liveusb di root flashdisk, supaya Kaspersky Rescue Disk tahu bahwa media boot-nya adalah flashdisk bukan CD.

Sesuai dengan konfigurasi tersebut, saya meletakkan ISO dari OpenSUSE dan Kaspersky Rescue Disk, serta direktori Hiren's seperti ini:

/ [ROOT FLASHDISK]
|
+--opensuse/ (OpenSUSE dir)
|   +--opensuse.iso
|
+--krd/ (Kaspersky dir)
|   +--krd.iso
|
+--Kaspersky Rescue Disk 10.0/ (Kaspersky updates dir)
|
+--HBCD/ (Hiren's dir)
|
+--grub.exe
|
+--liveusb
|
+--syslinux.cfg

Silakan reboot untuk mencobanya atau unmount flashdisk dan coba di komputer tetangga.

Referensi:

  1. http://www.rmprepusb.com/tutorials/kasperkyrescue
  2. http://www.pendrivelinux.com/install-grub2-on-usb-from-ubuntu-linux/
  3. http://forums.opensuse.org/english/get-technical-help-here/how-faq-forums/unreviewed-how-faq/484223-how-boot-opensuse-dvd-hard-disk-grub2.html

Demikianlah, semoga membantu rekan-rekan yang mungkin membutuhkan. Selamat mencoba.

AMD Catalyst 13.4 - Solusi Framebuffer Konsol Hilang

 Widya Walesa  |  2013/05/05 05:09:35 WIB  |  2020/08/13 13:49:28 WIB

ati-logoSejak saya menggunakan #AMD #Catalyst 13.4, konsol modus teks saya menjadi tak terlihat. Hanya layar gelap tanpa tulisan apa-apa jika X dijalankan. Jadi jika saya menjalankan X dari init 3 dengan startx, maka setelah itu konsol teks tak terlihat lagi. Sehingga saya tidak dapat menggunakan konsol teks hingga saya me-reboot #Slackware.

Hal ini terjadi karena driver fglrx tidak dapat menginisialisasi framebuffer akibat perubahan pada kernel Linux yang menghapus user modesetting (UMS) dan menggantinya dengan kernel modesetting (KMS). Nah, masalahnya driver-driver eksternal masih tidak ingin menggunakan #KMS dan masih mengharapkan UMS tersedia sehingga framebuffer dapat dikontrol oleh driver X. Ya inilah yang disebut sebagai nasib.

Jadi untuk mengatasi permasalahan tersebut kita harus mendefinisikan ukuran framebuffer yang ingin kita gunakan pada saat booting. Tetapi harap diingat bahwa solusi ini adalah sementara dan sebenarnya prosedur ini tidaklah "cocok" digunakan pada kernel yang menggunakan KMS. Tetapi daripada konsol teks hilang dari pandangan, apa boleh buat.

Beginilah cara saya mendefinisikan ukuran framebuffer pada #grub2 supaya driver fglrx tidak bingung lagi:

Tambahkan baris-baris berikut ke dalam file /etc/default/grub:

# Sesuaikan ukuran framebuffer untuk layar anda:
GRUB_GFXMODE=1366x768x32
GRUB_GFXPAYLOAD_LINUX=keep

Kemudian buat ulang konfigurasi grub.cfg:

# grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg

Lalu reboot sistem.

Pengguna lilo dapat menggunakan/mengaktifkan parameter vga=xxx di /etc/lilo.conf, kemudian reinstall lilo ke MBR.

Sekarang konsol teks saya muncul kembali dan bisa saya gunakan.

Selamat mencoba.

Mencoba Modem ZTE WCDMA MSM

 Widya Walesa  |  2013/03/14 18:43:24 WIB  |  2016/07/29 09:26:32 WIB

Begini lho cara pakai #modem ZTE WCDMA kalau di #Slackware 14.x

1. Tancapkan modem

2. Tunggu modem terinisialisasi dengan sempurna

3. Aktifkan fungsi Mobile Broadband di #NetworkManager kalau belum aktif

4. Buat profil koneksi dial-up sesuai kartu seluler yang dipakai. Saya kebetulan sudah punya profil untuk Three meskipun modem ini aslinya milik Telkomsel.

4. Lalu aktifkan modem (dialing) dengan klik tombol konek pada profil

5. Silakan berselancar

Ternyata gampang sekali

Dua Permainan Balapan di WLSBUILD

 Widya Walesa  |  2013/03/04 05:31:48 WIB  |  2020/08/13 13:50:26 WIB

slackwareBuat anda pengguna Slackware sekaligus penggemar game balap mobil, saat ini mungkin anda dapat bergembira karena saya telah berhasil membuat skrip SlackBuild untuk membangun dua game balapan dengan genre berbeda. Hebat banget ya saya? Biasa sajalah, saya juga nyontek kok. Tetapi yang sebutkan tadi memang benar adanya. Hebatnya kedua game tersebut adalah game tiga dimensi. Lebih hebat lagi, kedua game tersebut tidak membutuhkan WINE alias dapat berjalan di Linux secara langsung layaknya software-software yang biasa kita jumpai seperti web browser Firefox atau Google Chrome.

Game pertama adalah Supertuxkart. Game ini ber-genre balapan sambil adu jatuh-menjatuhkan. Dalam game ini, pemain diberi "bonus-bonus" untuk "menghalangi" pemain lain menggunakan bom, bola bowling, permen karet, tongkat pemukul lalat, serta penyedot WC. Selain itu pemain juga dapat mengambil bonus yang menguntungkan dirinya utamanya untuk mempercepat laju kendaraan dengan mengambil botol-botol NOS. Jangan kaget mobil anda dilengkapi NOS. Bonus-bonus itu bertebaran secara terbatas di sepanjang jalur balapan. Anda dapat memilih karakter pembalap yang berupa logo-logo OS atau software opensource seperti pinguin tux, beastie freebsd, ikan buntal duren openbsd, gajahnya postgresql, burung dara pidgin, kambing gnu, dan lain-lain.

supertuxkart-walesa supertuxkart-walesa-1 supertuxkart-walesa-2 supertuxkart-walesa-4

Sebagai game bergambar tiga dimensi, game ini sangat ringan. Saya dapat menjalankannya di atas mesa 9.1. Game ini hanya membutuhkan pustaka OpenAL, FreeImage, dan Irrlicht. SlackBuild untuk ketiganya dapat anda unduh di SlackBuilds.org. Urutan pembangunan untuk supertuxkart adalah sebagai berikut:

  1. OpenAL
  2. FreeImage
  3. Irrlicht
  4. Supertuxkart

Game kedua adalah StuntRally. Game ini menampilkan balapan layaknya balapan di alam terbuka menggunakan mobil betulan. Game ini ber-genre simulasi reli. Anda bisa merasakan balapan seperti reli Paris - Dakkar yang melintasi padang gurun di game ini. Anda juga bisa membuat jalur balapan sendiri menggunakan editor yang disediakan. Jika komputer dan cukup kuat dan dapat mengangkat grafis tiga dimensi dengan lancar, anda bisa melihat detil balapan dan lingkungan yang mendekati kenyataan. StuntRally memanfaatkan program OGRE untuk menggambar grafis tiga dimensi secara langsung dengan detil yang bisa kita atur tingkatannya. Program OGRE inilah yang membuat StuntRally juga dapat dimainkan di sistem operasi selain Linux dengan kualitas yang sama.

stuntrally-walesa-1 stuntrally-walesa-2 stuntrally-walesa-3 stuntrally-walesa-4 stuntrally-walesa-5 stuntrally-walesa-6 stuntrally-walesa-7

Berbeda dengan Supertuxkart yang ringan, StuntRally membutuhkan sumber daya sistem yang lebih tinggi. Hal ini berkaitan tingkat detil grafis tiga dimensi yang dapat ditampilkannya. Berikut adalah urutan pembangunan StuntRally:

  1. FreeImage
  2. cg
  3. zziplib
  4. ogre
  5. ois
  6. MyGUI
  7. enet
  8. StuntRally

Bagaimana? Tertarik?

Profil Jurusan Biologi FMIPA UB

 Widya Walesa  |  2013/02/15 02:29:13 WIB  |  2016/07/29 09:30:30 WIB

Inilah profil jurusan tempat aku kuliah dulu. Video profilnya keren banget