Mengembalikan Konfigurasi Driver OpenSource ATI Radeon

 Widya Walesa  |  2012/05/08 20:18:49 WIB  |  2016/07/24 00:34:03 WIB

AMD RadeonMungkin banyak yang belum mengetahui bahwa sampai tulisan ini saya buat, driver AMD Catalyst atau yang sering disebut dengan FGLRX untuk linux tidak kompatibel dengan Xorg terbaru di Slackware-current. Slackware-current pada tanggal 5 Mei 2012 telah memperbarui Xorg ke versi 1.12.1. Pengembang AMD berharap dukungan ke Xorg 1.12.x dan kernel 3.2.x (dan seterusnya) akan ada di versi AMD Catalyst versi 12.5. Sebelumnya dukungan tersebut diprediksi akan muncul di versi 12.4,t etapi ternyata meleset dan versi 12.4 hanya berisi perbaikan pada beberapa kesalahan kode driver. Sepertinya bakal lebih lama daripada perkiraan banyak pihak. Jadi pengguna AMD di linux, bersabarlah.

UEFI Secure Boot - Solusi Microsoft Yang Paling Gak Mutu

 Widya Walesa  |  2012/01/17 02:40:12 WIB  |  2016/07/28 19:40:18 WIB

UEFI LogoPernahkah anda membeli sebuah barang dan setelah membeli anda diminta untuk menandatangani kontrak hak guna atau kontrak hak pakai barang yang mewajibkan anda untuk menggunakan barang sesuai aturan pakai dan sebagainya? Saya kira kita semua pernah melakukan hal tersebut. Meskipun tidak secara langsung atau secara riil melakukan gerakan menandatangani sebuah perjanjian, tetapi saat kita membeli barang tersebut, kita akan langsung terkena perjanjian mengikat tersebut. Tetapi harus diingat bahwa klausul kontrak tersebut harus mengikuti beberapa aturan.

KDE 4.7.4 - NetworkManager Bug Fix

 Widya Walesa  |  2011/12/12 18:28:38 WIB  |  2020/08/15 07:32:26 WIB

logo-kde-114.pngBeberapa hari yang lalu Eric Hameleers merilis paket-paket KDE versi 4.7.4 yang merupakan versi terakhir untuk KDE keluarga 4.7. Seperti biasa proses upgrade tidak mengalami kendala apapun alias perintah:

# upgradepkg --reinstall --install-new deps/*.t?z
# upgradepkg --reinstall --install-new kde/*.t?z

lancar-lancar saja dalam menyelesaikan tugasnya.

Masalah mulai muncul sehabis reboot dan login ke KDE 4.7.4 tersebut. Ternyata KDE networkmanagement yang menggunakan backend NetworkManager tidak dapat menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya. Tidak ada daftar perangkat jaringan yang dapat digunakan. Plasmoid networkmanagement tidak dapat mengaktifkan layanan NetworkManager. Sehingga saya tidak dapat terhubung ke jaringan nirkabel di rumah.

Segera saya buka KDE System Settings karena curiga akan sesuatu hal. Dan benar saja, layanan NetworkManager tidak terdaftar sebagai penyedia informasi jaringan di bagian Information Sources. Padahal KDE desktop termasuk plasmoid akan menggunakan sumber informasi yang disediakan oleh KDE Information Sources tersebut. Beberapa orang termasuk saya sudah melaporkan hal tersebut ke Eric Hameleers melalui blognya.

Setelah terjadi diskusi cukup panjang, akhirnya disimpulkan bahwa telah terjadi kesalahan dalam proses pembuatan paket kde-workspace yang tidak terhubung dengan NetworkManager. Sepertinya Eric Hameleers lupa meng-install NetworkManager terlebih dahulu sebelum membuat paket kde-workspace sehingga KDE tidak dapat menggunakan layanan jaringan yang disediakan oleh NetworkManager. Solusinya sederhana saja, cukup membuat ulang paket kde-workspace menggunakan skrip SlackBuild yang disediakan bersama paket-paket KDE 4.7.4 tersebut untuk menghubungkan kde-workspace dengan NetworkManager. Kemudian install ulang kde-workspace menggunakan paket yang dibuat ulang tersebut. Reboot dan login. Selesai.

Buat rekan-rekan yang tidak ingin membuat ulang paket kde-workspace, Eric Hameleers sudah memperbarui paket kde-workspace miliknya dan sudah diunggah ke servernya. Kami juga sudah mensinkronkan daftar paket terbaru tersebut dan siap diunduh kapanpun dari sini:

URL: http://ftp.paudni.kemdiknas.go.id/alien-kde/4.7.4/

Alamat tersebut mendukung metode unduhan menggunakan protokol HTTP, FTP, dan RSYNC.

NetworkManager dan KDE networkmanagement 0.9

Selain solusi dari Eric Hameleers, ternyata dengan meng-install NetworkManager 0.9.x dan KDE networkmanagement 0.9.x juga dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Hanya saja terdapat beberapa perbedaan konfigurasi mendasar dengan versi sebelumnya (0.8.x) yang menyebabkan beberapa jaringan nirkabel yang pernah tercatat di NM seperti menghilang. Tetapi saya lihat NM dan KDE networkmanagement versi 0.9.x memang memiliki fitur-fitur yang lebih baik daripada versi 0.8.x. KDE networkmanagement 0.9.x memiliki UI informasi dan konfigurasi yang lebih lengkap dan menurut saya lebih intuitif daripada GNOME NetworkManager. Silakan nilai dari gambar-gambar berikut:

Jadi tidak ada salahnya untuk dicoba.

Buat yang ingin mencoba NM dan KDE networkmanagement versi 0.9.x, dapat menggunakan paket buatan saya yang dapat diunduh dari alamat ini:

URL: http://202.148.9.222/pub

Terima kasih untuk Bapak Michael Daranto yang sudah mengijinkan saya menggunakan mesinnya :-D

Selamat mencoba

Slackers Mengharapkan Kehadiran Kernel 3.2

 Widya Walesa  |  2011/11/23 17:50:47 WIB  |  2016/07/29 01:42:26 WIB

slackware_logo.pngMenarik untuk dicermati. Slackers yang ikut serta dalam poll saya mulai dua minggu yang lalu kebanyakan memilih kernel 3.2 sebagai kernel standar di Slackware yang akan datang. Seri kernel 2.6 dan 3.0 hanya didukung oleh masing-masing dua pemilih, sedangkan seri kernl 3.1 hanya didukung oleh 3 pemilih. 13 pemilih lainnya mengharapkan kehadiran kernel 3.2.

Apakah ini berarti massa slackers sudah benar-benar mencoba menjadi bagian dari komunitas teknologi masa depan? Mengganti kebiasaan Slackware yang selalu berjalan pelan tapi pasti dengan sesuatu yang sangat progresif bisa jadi melanggar sesuatu yang ditabukan di Slackware. Saya sendiri berharap dengan tindakan progresif tersebut maka dukungan Slackware terhadap perangkat dan teknologi yang lebih maju dapat diperoleh pengguna Slackware. Jadi label bahwa Slackware itu jadul bisa diubah sedikit demi sedikit.

Tetapi apakah hal ini akan benar-benar terjadi? Hanya Tuhan dan Patrick Volkerding yang tahu.

Hasil Uji Kernel 2.6.38.8 dan 3.0.4 di HP Compaq 435

 Widya Walesa  |  2011/09/11 21:20:40 WIB  |  2016/03/18 23:26:39 WIB

slackware_logo Setelah masa libur Idul Fitri 1432H berlalu, meminjam istilah si Tukul, kembali ke Linux. Selama dua minggu berselang saya mencoba mengoptimasi kernel Linux 2.6.38.8 dan 3.0.4 di mainan baru HP Compaq 435 dengan spesifikasi sebagai berikut:

00:00.0 Host bridge: Advanced Micro Devices [AMD] Pavilion DM1Z-3000 Host bridge
00:01.0 VGA compatible controller: ATI Technologies Inc Device 9802
00:01.1 Audio device: ATI Technologies Inc Device 1314
00:11.0 SATA controller: ATI Technologies Inc SB7x0/SB8x0/SB9x0 SATA Controller [AHCI mode]
00:12.0 USB Controller: ATI Technologies Inc SB7x0/SB8x0/SB9x0 USB OHCI0 Controller
00:12.2 USB Controller: ATI Technologies Inc SB7x0/SB8x0/SB9x0 USB EHCI Controller
00:14.0 SMBus: ATI Technologies Inc SBx00 SMBus Controller (rev 42)
00:14.2 Audio device: ATI Technologies Inc SBx00 Azalia (Intel HDA) (rev 40)
00:14.3 ISA bridge: ATI Technologies Inc SB7x0/SB8x0/SB9x0 LPC host controller (rev 40)
00:14.4 PCI bridge: ATI Technologies Inc SBx00 PCI to PCI Bridge (rev 40)
00:14.5 USB Controller: ATI Technologies Inc SB7x0/SB8x0/SB9x0 USB OHCI2 Controller
00:15.0 PCI bridge: ATI Technologies Inc Device 43a0
00:15.1 PCI bridge: ATI Technologies Inc Device 43a1
00:15.3 PCI bridge: ATI Technologies Inc Device 43a3
00:16.0 USB Controller: ATI Technologies Inc SB7x0/SB8x0/SB9x0 USB OHCI0 Controller
00:16.2 USB Controller: ATI Technologies Inc SB7x0/SB8x0/SB9x0 USB EHCI Controller
00:18.0 Host bridge: Advanced Micro Devices [AMD] Family 12h/14h Processor Function 0 (rev 43)
00:18.1 Host bridge: Advanced Micro Devices [AMD] Family 12h/14h Processor Function 1
00:18.2 Host bridge: Advanced Micro Devices [AMD] Family 12h/14h Processor Function 2
00:18.3 Host bridge: Advanced Micro Devices [AMD] Family 12h/14h Processor Function 3
00:18.4 Host bridge: Advanced Micro Devices [AMD] Family 12h/14h Processor Function 4
00:18.5 Host bridge: Advanced Micro Devices [AMD] Family 12h/14h Processor Function 6
00:18.6 Host bridge: Advanced Micro Devices [AMD] Family 12h/14h Processor Function 5
00:18.7 Host bridge: Advanced Micro Devices [AMD] Family 12h/14h Processor Function 7
02:00.0 Unassigned class [ff00]: Realtek Semiconductor Co., Ltd. Device 5209 (rev 01)
02:00.1 SD Host controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. Device 5209 (rev 01)
06:00.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL8101E/RTL8102E PCI Express Fast Ethernet controller (rev 05)
07:00.0 Network controller: Atheros Communications Inc. AR9285 Wireless Network Adapter (PCI-Express) (rev 01)
Bus 002 Device 002: ID 04f2:b249 Chicony Electronics Co., Ltd 
Bus 004 Device 005: ID 0cf3:3005 Atheros Communications, Inc. 

Notebook ini menggunakan kartu audio HDA ATI SB dengan chipset Realtek ALC270 yang memiliki jalur audio-video HDMI dan audio TRS. Agar dapat digunakan oleh desktop (KDE) secara biasa (mode TRS) saya harus menambahkan opsi seperti ini ke snd-hda-intel, bisa dimasukkan ke /etc/modprobe/sound.conf agar dimuat saat boot:

options snd-hda-intel index=1

Karena antarmuka HDMI dikenali pertama dan antarmuka audio analog ATI SB dikenali sebagai antarmuka kedua. Jadi untuk membalikkan keadaan agar desktop KDE hanya menggunakan ATI SB, kita memaksa kernel untuk mengaktifkan antarmuka kedua sebagai antarmuka pertama (index=1). Bunyilah notebook saya.

Oke lanjut ke kernelnya. Pada dasarnya konfigurasi kernel yang saya lakukan untuk kedua versi tersebut adalah sama, yaitu menggunakan basis config-generic-smp-2.6.38.7-smp (slackware-current).

# cd /usr/src/linux-2.6.38.8
# cat ${PATH}/config-generic-smp-2.6.38.7-smp > .config
# make oldconfig
# make bzImage
# make modules
# make modules_install
# cp arch/x86/boot/bzImage /boot/vmlinuz-generic-smp-2.6.38.8-smp
# depmod -a 2.6.38.8-smp
# cd /boot
# mkinitrd -c -k 2.6.38.8-smp -m ext4 -f ext4 -r /dev/sda1 -o initrd-2.6.38.8-smp -L
(saya tambah 'opsi -L' soalnya saya menggunakan LVM2 untuk partisi selain / (ROOT))
edit lilo dan
# lilo -v

Hampir tidak ada perubahan kecuali beberapa driver yang tidak saya butuhkan untuk menjalankan komputer-komputer yang saya gunakan (mis. driver SATA, tipe partisi) saya keluarkan dari vmlinuz untuk mengurangi ukurannya. Tetapi karena ukuran driver ext4 cukup besar (sekitar 400kB), maka saya tetap menggunakan initrd untuk memuat driver ext4 saat boot. Perbedaan antara kernel 2.6 dan 3.x adalah pada driver RTC (Real Time Clock). Di kernel 3.x driver RTC harus dimuat oleh kernel sesegera mungkin karena akan digunakan untuk mengkalibrasi clock CPU, utamanya yang menggunakan multi CPU (SMP). Jadi sebenarnya pilihannya ya kalau menggunakan SMP, driver RTC harus masuk ke vmlinuz itu saja.

Tetapi sekali lagi HP ACPI berulah dengan kernel 3.0.4. Jadi begini, kode AML (ACPI Machine Language) yang digunakan di notebook ternyata membutuhkan dua buffer untuk mengaktifkan beberapa fitur pengontrol perangkat nirkabel yang ada. Nah, kernel hanya menyediakan satu buffer saja setelah kode AML dimuat ke kernel sehingga inisiasi buffer kedua oleh AML dianggap ilegal oleh kernel dan proses pemuatan kode ACPI untuk pengontrol perangkat nirkabel akhirnya tidak jadi dimuat oleh kernel dan ujung2nya fitur kontrol perangkat nirkabel menjadi tidak dapat digunakan di kernel 3.0.4 meskipun perangkat2nya jelas2 terlihat oleh kernel dan program2 user (mis. rfkill).

Sampai saat ini masih belum ada titik terang untuk mengatasi hal ini. Dan karena kasus ini juga terjadi di FreeBSD 8.x maka banyak pengembang2 opensource yang menyatakan bahwa kode inisiasi pemuatan AML di kernel sudah benar, yang keliru adalah kode AML itu sendiri. Salah sendiri kenapa memutuskan menggunakan dua buffer berbeda untuk memuat kode ACPI-nya. Notebook HP Compaq saya yang lain (berbasis Intel) juga tidak mengalami gangguan yang sama dan fitur nirkabel dapat berjalan normal. Jadi saya yakin bahwa yang keliru adalah kode AML dari BIOS yang digunakan. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Masa saya harus ganti laptop lagi? Belum ada 3 bulan pakai laptop ini...

Atas dasar itu, maka saya memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan kernel 3.0.4 dan menggunakan kernel 2.6.38.8 di keseharian saya. Toh konfigurasi generic dari kernel 2.6.38.7-smp milik Slackware sudah dapat mengaktifkan semua fitur notebook ini. Perihal saya menggunakan compat-wireless adalah karena saya ingin menggunakan driver perangkat nirkabel (wifi dan bluetooth) secara lebih optimal karena patch perbaikan dan optimasi akan masuk ke compat-wireless terlebih dahulu sebelum digabung ke kode kernel oleh Linus di waktu yang akan datang.

Sementara ini dulu, jikalau berkenan dengan isi tulisan saya, silakan dicoba sendiri :D.